Halo kamu, investor cerdas! Lagi cari referensi soal saham yang potensial tapi belum terlalu ramai dibicarakan? Kalau iya, kamu wajib banget kenalan sama Saham NICE. Saham ini mungkin belum se-hits emiten-emiten besar di indeks LQ45, tapi justru di situ letak keunikannya. Di balik nama NICE, ada perusahaan dengan rekam jejak menarik yang siap kamu ulik lebih dalam. Nah, daripada penasaran, yuk kita bahas sampai tuntas!
Sekilas Tentang Perusahaan Pemilik Saham NICE
PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 2008 dan bergerak di sektor pertambangan, khususnya dalam eksplorasi dan pengelolaan nikel laterit. Sebagai entitas yang berkomitmen pada pengembangan sumber daya mineral nasional, NICE terus memperkuat posisinya di industri pertambangan nikel dengan menerapkan praktik eksplorasi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Informasi Saham NICE

| Nama Perusahaan | Kode Saham | Harga Terakhir | Perubahan Harga | Persentase Perubahan | Tanggal & Waktu | Bursa |
|---|---|---|---|---|---|---|
| PT Adhi Kartiko Pratama Tbk | IDX: Tidak disebutkan | Rp260,00 | +Rp8,00 | +3,17% | 17 Apr, 16.40 WIB | IDX (Indonesia Stock Exchange) |
Operasi tambang NICE berlokasi di Desa Lameruru, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara—sebuah wilayah yang memiliki keunggulan strategis karena kedekatannya dengan garis pantai dan kemudahan akses dari Kota Kendari. Lokasi ini mendukung efisiensi logistik dan distribusi hasil tambang, sekaligus membuka peluang pengembangan infrastruktur penunjang untuk mendukung pertumbuhan perusahaan ke depan.
Aktivitas Pasar Saham NICE
Setelah tahu latar belakang perusahaannya, sekarang waktunya kamu cek bagaimana aktivitas Saham NICE di pasar saham. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), Saham NICE termasuk dalam kategori saham yang punya fluktuasi harga cukup menarik, artinya naik turunnya harga saham ini bisa memberi peluang cuan dalam jangka pendek maupun panjang.
Data Grafik Saham NICE

| Nama Perusahaan | Kode Saham | Periode | Harga Tertinggi | Harga Terendah | Harga Terakhir (April 2025) | Performa 3 Bulan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Tidak disebutkan (Kode: NICE) | NICE | 3 Bulan Terakhir | ± Rp420 | ± Rp230 | ± Rp250 | Turun signifikan sejak Desember 2024 |
Volume perdagangan Saham NICE cenderung aktif di kalangan investor ritel dan institusi yang paham akan potensi sektor teknologi di Indonesia. Biasanya pergerakan harga Saham NICE dipengaruhi oleh rilis kinerja keuangan, strategi ekspansi perusahaan, hingga sentimen dari perkembangan ekosistem digital nasional.
Jadi, buat kamu yang suka trading jangka pendek atau ingin koleksi untuk jangka panjang, saham ini patut banget dipantau secara rutin.
Investor Asing di Saham NICE
Nah, sekarang mari kita bicara soal investor asing. Di pasar modal, investor asing sering jadi barometer yang menarik karena kehadiran mereka biasanya jadi sinyal positif untuk sebuah saham. Saham NICE pun tak lepas dari radar para investor global yang melihat potensi pertumbuhan di sektor digital Indonesia.
Data Grafik Aktivitas Investor Asing

| Tanggal | Volume Saham Investor Asing | Arah Transaksi |
|---|---|---|
| 27 Mar | -200.000 | Net Sell |
| 08 Apr | -180.000 | Net Sell |
| 09 Apr | -450.000 | Net Sell |
| 10 Apr | +180.000 | Net Buy |
| 11 Apr | -50.000 | Net Sell |
| 14 Apr | -220.000 | Net Sell |
| 15 Apr | -500.000 | Net Sell |
| 16 Apr | -150.000 | Net Sell |
| 17 Apr | -200.000 | Net Sell |
Beberapa data di periode tertentu menunjukkan bahwa investor asing mulai melirik Saham NICE, meskipun porsi kepemilikannya belum sebesar saham-saham blue chip. Namun, hal ini justru bisa jadi pertanda bahwa Saham NICE masih punya ruang tumbuh yang lebar.
Biasanya, kalau perusahaan mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang stabil, investor asing akan semakin percaya diri menambah porsi saham ini di portofolionya.
IPO Saham NICE
Kalau kamu baru tahu Saham NICE, penting juga buat tahu perjalanan awalnya di bursa. Saham NICE resmi melantai di Bursa Efek Indonesia lewat skema IPO atau Initial Public Offering pada tahun 2018.
Data IPO
| Informasi IPO | |
|---|---|
| Tanggal IPO | 9 Januari 2024 |
| Saham Penawaran | 1.216.404.000 |
| Saham Pendiri | 6.082.020.000 |
| Total Saham Terdaftar | 6.082.020.000 |
| Persentase | 20,00% |
| Harga Penawaran | Rp438 (IDR) |
| Dana Terkumpul | Rp532.784.952.000 (IDR) |
| Biro Administrasi Efek | PT Adimitra Jasa Korpora |
| Penjamin Emisi Utama | PT UOB Kay Hian Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT KB Valbury Sekuritas |
Melalui IPO ini, PT NFC Indonesia Tbk melepas sebagian sahamnya ke publik dengan harga penawaran yang saat itu cukup kompetitif untuk menarik investor yang ingin merasakan pertumbuhan industri digital. IPO menjadi momen penting karena dari situ, perusahaan mendapatkan suntikan modal segar yang digunakan untuk ekspansi bisnis, pengembangan teknologi, hingga memperluas jaringan distribusi produk digitalnya.
Buat kamu yang mengamati pasar sejak lama, momen IPO biasanya jadi salah satu indikator apakah saham sebuah perusahaan layak dikoleksi atau tidak. Saham NICE termasuk saham yang sejak IPO sudah menunjukkan performa yang lumayan stabil dibandingkan banyak saham teknologi lain yang volatilitasnya ekstrem.
Dividen Saham NICE
Siapa sih yang gak suka dapat cuan tambahan dari dividen? Nah, bicara soal dividen, Saham NICE memang tidak setenar perusahaan BUMN yang rajin bagi-bagi dividen. Namun, jangan salah, perusahaan ini punya strategi bisnis yang lebih mengedepankan pertumbuhan dibanding pembagian keuntungan tunai.
Biasanya, perusahaan di sektor teknologi lebih sering menahan laba bersih mereka untuk mendanai ekspansi bisnis ketimbang langsung membagikan dalam bentuk dividen ke pemegang saham. Jadi, buat kamu yang membeli Saham NICE, sebaiknya punya mindset investasi jangka panjang, karena potensi imbal hasilnya lebih banyak datang dari kenaikan harga saham dibanding dividen rutin.
Namun jika pertumbuhan pendapatan perusahaan terus menanjak, bukan tidak mungkin ke depannya Saham NICE juga akan mulai rutin memberikan dividen sebagai bentuk apresiasi kepada para pemegang sahamnya.
Pemegang Saham NICE
Mengetahui siapa saja yang berada di balik kepemilikan Saham NICE bisa memberi kamu gambaran seberapa solid posisi perusahaan di pasar modal. Berdasarkan laporan keuangan terakhir, sebagian besar Saham NICE masih dikuasai oleh induk perusahaan dan pemegang saham utama dari Grup MCASH.
Informasi Pemegang Saham
| Pemegang Saham (Per 30 Sep 2024) | |||
|---|---|---|---|
| Nama Pemegang Saham | Jumlah Saham | Modal Disetor | Persentase |
| PT Energy Battery Indonesia | 3.649.212.000 (Saham) | Rp36.492.120.000 | 60,00% |
| Public (each below 5%) | 1.216.404.000 (Saham) | Rp12.164.040.000 | 20,00% |
| PT Sungai Mas Minerals | 634.220.385 (Saham) | Rp6.342.203.850 | 10,43% |
| PT Inti Mega Ventura | 582.183.615 (Saham) | Rp5.821.836.150 | 9,57% |
Kepemilikan yang terkonsentrasi di tangan perusahaan induk ini menandakan bahwa manajemen punya kendali penuh dalam pengembangan bisnis dan pengambilan keputusan strategis. Sementara itu, sisanya dimiliki oleh investor publik termasuk investor institusi dan ritel yang percaya pada prospek jangka panjang perusahaan.
Struktur pemegang saham seperti ini biasanya menjadi sinyal bahwa perusahaan masih dalam fase pertumbuhan, di mana para pemilik utama ingin memastikan ekspansi berjalan sesuai arah visi mereka sebelum lebih banyak sahamnya tersebar di pasar.
Data Keuangan Saham NICE
Kalau kamu termasuk investor yang gak cuma lihat grafik harga tapi juga doyan mengulik laporan keuangan, Saham NICE punya beberapa catatan menarik. Dari sisi pendapatan, perusahaan ini menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dari tahun ke tahun, apalagi sejak tren digitalisasi di Indonesia semakin menguat.
Data Keuangan
| Data Keuangan Perusahaan | ||
|---|---|---|
| Periode | Pendapatan (Miliar IDR) | Keuntungan Bersih (Miliar IDR) |
| Q4 – 2024 | 136.415 | -3.744 |
| Q3 – 2024 | 205.014 | 26.728 |
| Q2 – 2024 | 138.257 | 8.635 |
| Q1 – 2024 | 136.321 | 2.334 |
| Q4 – 2023 | 900.346 | 61.956 |
| Q4 – 2022 | 867.842 | 108.865 |
Margin keuntungan yang cukup stabil, meskipun tidak setinggi perusahaan teknologi global, menjadi salah satu alasan kenapa investor yang paham fundamental cukup percaya diri memasukkan Saham NICE ke dalam watchlist.
Kamu bisa melihat data seperti laba bersih, total aset, hingga arus kas operasional untuk menganalisis apakah saham ini layak dikoleksi dalam portofolio jangka panjang. Biasanya, pertumbuhan pendapatan dan laba bersih menjadi indikator utama dalam menilai apakah harga saham saat ini undervalue atau overvalue.
Penutup
Nah, sekarang kamu sudah tahu lebih dalam tentang Saham NICE, mulai dari siapa perusahaan di baliknya, bagaimana aktivitas pasar sahamnya, peran investor asing, proses IPO, pembagian dividen, struktur pemegang saham, hingga kondisi data keuangannya.
Dari sini, kamu bisa menyimpulkan bahwa Saham NICE adalah salah satu saham dari sektor teknologi dan distribusi digital yang punya prospek jangka panjang, terutama jika kamu percaya bahwa dunia digital akan terus berkembang di Indonesia.