Ketika kita membicarakan investasi di sektor farmasi Indonesia, nama Saham KAEF pasti jadi salah satu yang muncul di daftar atas. Perusahaan ini punya sejarah yang panjang, portofolio usaha yang luas, dan merupakan bagian dari BUMN strategis yang berperan besar di sektor kesehatan nasional. Tapi, bagaimana sebenarnya performa sahamnya sekarang? Apakah layak dikoleksi oleh investor retail seperti kamu? Yuk, kita bahas bareng-bareng di artikel ini!
Sekilas Tentang Saham KAEF
Saham KAEF adalah milik PT Kimia Farma Tbk, sebuah perusahaan farmasi yang telah berdiri sejak tahun 1817. Bayangkan, perusahaan ini awalnya bernama NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co dan didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Setelah Indonesia merdeka, perusahaan-perusahaan farmasi digabung menjadi Perusahaan Farmasi Negara pada tahun 1958, lalu menjadi PT Kimia Farma pada tahun 1971.
Informasi Saham | |
---|---|
Tutup Sebelumnya | Rp690,00 |
Rentang Hari | Rp655,00 – Rp710,00 |
Rentang Tahun | Rp324,00 – Rp905,00 |
Kapitalisasi Pasar | Rp3,76 Triliun |
Volume Rata-Rata | 7,08 Juta |
Rasio P/E | – |
Hasil Dividen | – |
Tak berhenti di situ, KAEF resmi menjadi perusahaan terbuka dengan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada Juli 2001. Aktivitas bisnisnya meliputi produksi, distribusi, dan ritel produk farmasi, sampai perdagangan internasional. Ini membuat Saham KAEF menjadi wakil penting industri farmasi nasional yang cukup terdiversifikasi.
Aktivitas Pasar Saham KAEF Terbaru
Per tanggal 27 Juni 2025 pukul 09:50 pagi, harga saham KAEF berada di IDR 675 atau turun 15 poin (sekitar -2,17%). Harga pembukaan sempat berada di IDR 690 dengan kisaran harian menyentuh level terendah IDR 655 dan tertinggi IDR 710. Volume transaksinya lumayan besar, mencapai hampir 3,9 juta saham dengan nilai transaksi lebih dari 5,5 miliar rupiah.
Aktivitas Pasar Saham KAEF
Kode Saham | KAEF |
Harga Terakhir | IDR 675 (-2,17%) |
Pembaharuan Terakhir | 27 Juni 2025, 09:50 AM |
Pembukaan | IDR 690 |
Penutupan Sebelumnya | IDR 0 |
Penawaran (Offer) | IDR 680 |
Penawaran (Bid) | IDR 675 |
Harga Terendah | IDR 655 |
Harga Tertinggi | IDR 710 |
Volume | 3.880.600 Saham |
Nilai Transaksi | IDR 5.566.589.952 |
Frekuensi | 5.169 Kali |
EPS | IDR 0 |
PE Ratio | 0 Kali |
Kapitalisasi Pasar | IDR 3.757.448 Jt |
Peringkat Kapitalisasi Industri | 5 dari 15 |
Peringkat Semua Perusahaan | 240 dari 956 |
Dari sisi aktivitas perdagangan, frekuensinya menyentuh lebih dari 5.000 kali dalam sehari. Meski begitu, rasio P/E masih menunjukkan angka nol, karena KAEF belum membukukan laba yang bisa dihitung dengan metode ini. Kapitalisasi pasarnya kini menyentuh angka 3,76 triliun rupiah dan berada di peringkat ke-5 dari 15 perusahaan di industri terkait.
Bagaimana Sikap Investor Asing Terhadap Saham KAEF?
Salah satu indikator penting dalam melihat prospek sebuah saham adalah aktivitas investor asing. Meskipun data spesifik transaksi asing belum dirinci di sini, kecenderungan historis menunjukkan bahwa saham-saham BUMN seperti KAEF seringkali menjadi target jangka panjang karena dinilai stabil dan punya peran strategis di industri.
Namun, perlu dicatat bahwa investor asing juga cenderung berhati-hati terhadap emiten yang sedang mengalami tekanan keuangan. Oleh karena itu, jika kamu melihat pergerakan asing stagnan atau bahkan net sell, itu bisa menjadi sinyal untuk menganalisa lebih lanjut kondisi fundamentalnya.
Sejarah IPO Saham KAEF
Saham KAEF resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 4 Juli 2001. Pada saat IPO, KAEF menawarkan sebanyak 500 juta lembar saham kepada publik dari total 5,5 miliar saham yang terdaftar. Itu artinya, hanya sekitar 9 persen sahamnya yang dilepas ke pasar. Harga penawarannya cukup rendah, yakni hanya IDR 200 per saham.
Informasi IPO
Tanggal IPO | 4 Juli 2001 |
Saham Penawaran | 500.000.000 |
Saham Pendiri | 5.054.000.000 |
Total Saham Terdaftar | 5.554.000.000 |
Persentase Penawaran | 9,00% |
Harga Penawaran | IDR 200 |
Dana Terkumpul | IDR 100.000.000.000 |
Biro Administrasi Efek | PT. Datindo Entrycom |
Penjamin Emisi Utama | PT. Danareksa Sekuritas |
Papan Pencatatan | Main |
Dengan total dana yang berhasil dikumpulkan sebesar 100 miliar rupiah, IPO KAEF saat itu terbilang sukses untuk ukuran perusahaan farmasi BUMN. Biro administrasi efeknya adalah PT Datindo Entrycom dan penjamin emisi utamanya adalah PT Danareksa Sekuritas. KAEF langsung tercatat di papan utama sejak awal.
Bagaimana Dividen Saham KAEF?
Soal dividen, saham KAEF memang tidak terlalu rutin dan besar dalam membagikan keuntungan kepada pemegang saham. Pada tahun buku 2021, dividen final yang dibagikan adalah sebesar IDR 16,33 per saham dan dibayarkan pada 10 Juni 2022. Sementara pada tahun buku 2020, dividen yang dibagikan hanya IDR 1,27 per saham.
Riwayat Dividen
Tahun Buku | Dividend per Lembar | Tanggal Pembayaran | Jenis |
---|---|---|---|
2021 | 16,33 IDR | 10 Juni 2022 | Final |
2020 | 1,27 IDR | 28 Mei 2021 | Final |
2018 | 14,98 IDR | 28 Mei 2019 | Final |
Puncak pembagian dividen terjadi pada tahun buku 2018 dengan angka IDR 14,98 per saham. Sayangnya, setelah itu, pembagian dividen menjadi sangat terbatas karena kinerja keuangan yang menurun. Jadi, kalau kamu mengincar saham dengan dividen tinggi dan rutin, mungkin KAEF belum jadi pilihan utama saat ini.
Siapa Saja Pemegang Saham Utama KAEF?
Mayoritas saham KAEF dipegang oleh PT Bio Farma (Persero) yang menguasai hampir 90 persen dari total saham beredar. Jumlahnya mencapai hampir 5 miliar lembar saham. Sisanya dimiliki oleh publik (sekitar 5,75%) dan PT Asabri (Persero) dengan kepemilikan 4,43%. Sementara itu, ada satu saham dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah RI sebagai bentuk kontrol negara.
Struktur kepemilikan ini menandakan bahwa saham KAEF sangat dikuasai oleh negara. Bagi investor ritel seperti kamu, hal ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ada jaminan stabilitas. Di sisi lain, ruang gerak pasar untuk membentuk harga bisa jadi terbatas.
Laporan Keuangan Saham KAEF: Positif atau Negatif?
Nah, ini bagian penting kalau kamu serius mempertimbangkan saham KAEF untuk dikoleksi. Sayangnya, tren kinerja keuangan KAEF dalam beberapa kuartal terakhir masih negatif. Di Q3 2024, perusahaan mencatat kerugian sebesar 195 miliar rupiah dari pendapatan 2,65 triliun. Bahkan di Q4 2023, kerugiannya membengkak menjadi 1,66 triliun.
Pemegang Saham Terbesar (Per 30 Sep 2024)
Nama Pemegang Saham | Jumlah Saham | Modal Disetor | Persentase |
---|---|---|---|
(Serie B) – PT. Bio Farma (Persero) | 4.999.999.999 | IDR 499.999.999.900 | 89,82% |
(Serie B) – Public (each below 5%) | 319.988.186 | IDR 31.998.818.600 | 5,75% |
(Serie B) – PT. Asabri (Persero) | 246.541.600 | IDR 24.654.160.000 | 4,43% |
(Serie A) – Government of Indonesia (Dwiwarna) | 1 | IDR 100 | 0,00% |
Padahal sebelumnya, di Q3 2023 KAEF sempat mencatatkan keuntungan bersih sebesar 155 miliar. Sayangnya, tren positif ini tidak berlanjut. Ini menjadi catatan penting buat kamu: meskipun perusahaan punya brand yang kuat dan sejarah panjang, kondisi keuangannya belum stabil dan masih terus berjuang untuk kembali ke zona profit.
Penutup
Saham KAEF adalah salah satu saham dari perusahaan farmasi tertua di Indonesia yang punya peran strategis. Namun, kondisi pasar, performa keuangan, dan ketergantungan pada kepemilikan negara membuat saham ini menarik tapi juga penuh pertimbangan. Kalau kamu adalah investor yang mencari kestabilan jangka panjang dan percaya pada sektor farmasi nasional, KAEF bisa jadi pilihan. Tapi, buat kamu yang mencari pertumbuhan agresif, mungkin perlu menunggu KAEF benar-benar membaik secara fundamental.
Yuk, terus ikuti pergerakan saham KAEF dan pelajari segala sisi sebelum mengambil keputusan investasi. Karena dalam dunia saham, informasi adalah kekuatan terbesar kamu sebagai investor!