Kalau kamu sedang melirik sektor perbankan untuk berinvestasi saham, pasti pernah dengar soal Saham MEGA. Saham yang satu ini memang berasal dari perusahaan perbankan yang punya sejarah cukup panjang dan performa yang patut dipertimbangkan. Tapi, apakah Saham MEGA layak masuk ke dalam portofolio investasimu?
Di artikel ini, kita akan kupas tuntas segala hal tentang Saham MEGA, mulai dari sejarah perusahaan, pergerakan harga terbaru, hingga performa keuangannya. Santai aja, gaya bahasanya akan aku buat ringan dan asyik, jadi kamu bisa baca sampai habis tanpa pusing!
Sekilas Tentang Saham MEGA
PT Bank Mega Tbk, atau yang kita kenal dengan kode saham MEGA, adalah salah satu pemain utama di industri perbankan Indonesia. Berdiri pertama kali pada tahun 1969 di Surabaya dengan nama PT Bank Karman, bank ini awalnya merupakan usaha keluarga. Pada tahun 1992, perusahaan ini berubah nama menjadi PT Mega Bank dan mulai mengambil langkah besar dengan memindahkan kantor pusatnya ke Jakarta.

| Harga Saat Ini | Rp 3.510,00 |
|---|---|
| Perubahan 1 Bulan | +0,29% (+Rp 10,00) |
| Tutup Sebelumnya | Rp 3.520,00 |
| Rentang Hari Ini | Rp 3.480,00 – Rp 3.520,00 |
| Rentang Tahun | Rp 3.000,00 – Rp 5.450,00 |
| Kapitalisasi Pasar | Rp 40,80 Triliun |
| Volume Rata-rata | 16,42 ribu |
| Rasio P/E | 17,45 |
| Hasil Dividen | 2,55% |
| Tanggal & Waktu | 9 Mei, 16.40 GMT+7 |
Pada tahun 1996, perusahaan ini resmi diakuisisi oleh PARA Group, yang sekarang dikenal sebagai CT Corp. Sejak saat itu, Bank Mega mengalami banyak perubahan strategis. Tahun 2000, mereka mengubah nama menjadi PT Bank Mega Tbk dan melantai di bursa saham melalui IPO. Setahun setelahnya, Bank Mega mendapatkan izin sebagai bank devisa dari Bank Indonesia. Jadi, bisa dibilang MEGA adalah bank dengan sejarah yang kuat dan fondasi yang solid.
Aktivitas Pasar Saham MEGA
Kalau kamu penasaran dengan aktivitas pasar terbaru dari Saham MEGA, mari kita tengok data terakhir. Pada tanggal 9 Mei 2025, harga saham MEGA berada di angka IDR 3.510, turun tipis sebesar 0,28 persen. Di hari yang sama, harga pembukaan berada di IDR 3.520, sedangkan harga terendah yang sempat disentuh adalah IDR 3.480.

| Bulan | Harga Tertinggi | Harga Terendah | Harga Rata-rata | Volume Tertinggi |
|---|---|---|---|---|
| Januari 2025 | ~Rp 4.200 | ~Rp 3.900 | ~Rp 4.050 | ~8.000 |
| Februari 2025 | ~Rp 3.800 | ~Rp 3.600 | ~Rp 3.700 | ~15.000 |
| Maret–April 2025 | ~Rp 3.650 | ~Rp 3.500 | ~Rp 3.580 | ~10.000 |
Volume transaksi terpantau hanya sebanyak 23 saham dengan frekuensi 15 kali transaksi. Ini artinya, pergerakan sahamnya hari itu terbilang cukup tenang. Dengan kapitalisasi pasar sebesar lebih dari 41 triliun rupiah, Saham MEGA menempati peringkat ke-8 dari 47 perusahaan sejenis di industrinya, dan peringkat ke-47 dari 956 perusahaan yang tercatat di bursa.
Peran Investor Asing
Menariknya, keberadaan investor asing dalam Saham MEGA memang cukup berpengaruh terhadap pergerakan harga dan sentimen pasar. Meski data spesifik tidak ditampilkan secara terbuka, perusahaan sekelas Bank Mega tentu tidak lepas dari radar investor global, terutama yang mencari stabilitas di sektor keuangan.

| Tanggal | Volume Beli / Jual | Keterangan |
|---|---|---|
| 17 Apr | -400 | Net jual ringan |
| 22 Apr | +350 | Net beli signifikan |
| 23 Apr | -300 | Penjualan ringan |
| 24 Apr | +250 | Pembelian ringan |
| 28 Apr | -350 | Net jual sedang |
| 30 Apr | -300 | Net jual |
| 2 Mei | +150 | Pembelian ringan |
| 6 Mei | -900 | Penjualan besar |
| 7 Mei | -500 | Net jual sedang |
| 9 Mei | -400 | Penurunan konsisten |
Kehadiran investor asing biasanya memberikan sinyal positif terhadap kepercayaan pasar, dan bisa menjadi pertimbangan penting buat kamu yang ingin ikut masuk ke dalam saham ini. Biasanya, investor institusi dari luar negeri lebih tertarik pada saham dengan fundamental kuat, dividen menarik, dan manajemen yang solid.
Perjalanan IPO Saham MEGA
Saham MEGA resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 17 April 2000. Saat IPO, perusahaan menawarkan 112.500.000 saham kepada publik, sementara saham pendiri tercatat sebanyak 444.375.000. Jadi total saham terdaftar waktu itu adalah 556.875.000 lembar dengan porsi publik sebesar 20 persen.
| Detail IPO | |
|---|---|
| IPO Date | 17 April 2000 |
| Saham Penawaran | 112.500.000 |
| Saham Pendiri | 444.375.000 |
| Total Saham Terdaftar | 556.875.000 |
| Persentase | 20,00% |
| Harga Penawaran | 1.200 IDR |
| Dana Terkumpul | 135.000.000.000 IDR |
| Biro Administrasi Efek | PT. Datindo Entrycom |
| Penjamin Emisi Utama | PT. Danareksa Sekuritas, PT. Trimegah Securities |
| Papan Pencatatan | Main |
Harga penawaran saat itu adalah IDR 1.200 per saham dan berhasil mengumpulkan dana sebesar 135 miliar rupiah. Proses IPO ini dibantu oleh dua penjamin emisi utama, yaitu PT Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Securities. Saham ini juga langsung tercatat di papan utama, menunjukkan betapa seriusnya Bank Mega dalam melangkah ke dunia pasar modal.
Kebijakan Dividen Saham MEGA
Buat kamu yang cari cuan dari dividen, Saham MEGA bisa jadi pilihan menarik. Dalam tiga tahun terakhir saja, perusahaan ini rutin membagikan dividen final kepada pemegang saham. Pada tahun buku 2024, dividen per lembar saham sebesar IDR 89,64 dan dibayarkan pada 29 April 2025.
| Tahun Buku | Dividend per Lembar | Tanggal Pembayaran | Jenis |
|---|---|---|---|
| 2024 | 89,64 IDR | 29 Apr 2025 | Final |
| 2023 | 209,30 IDR | 27 Mar 2024 | Final |
| 2022 | 241,62 IDR | 28 Mar 2023 | Final |
Sementara itu, pada tahun buku sebelumnya yaitu 2023, dividen mencapai IDR 209,30 per lembar. Bahkan, pada tahun 2022, dividen per lembar sempat mencapai IDR 241,62. Konsistensi dalam membagikan dividen ini menandakan bahwa MEGA punya arus kas dan kinerja keuangan yang sehat.
Siapa Saja Pemegang Saham MEGA?
Sebagian besar saham MEGA dimiliki oleh PT Mega Corpora, yaitu sebanyak 6,81 miliar lembar atau sekitar 58,02 persen dari total saham yang beredar. Artinya, mayoritas saham ini masih dalam kendali pemilik awal, yang tentu punya kepentingan besar menjaga reputasi dan performa perusahaan.
| Nama Pemegang Saham | Jumlah Saham | Modal Disetor | Persentase |
|---|---|---|---|
| PT. Mega Corpora | 6.812.223.614 (Saham) | 3.406.111.807.000 IDR | 58,02% |
| Public (each below 5%) | 4.928.699.751 (Saham) | 2.464.349.875.500 IDR | 41,98% |
Sisanya sebesar 41,98 persen dimiliki oleh publik, dengan masing-masing pemegang di bawah 5 persen. Ini memberikan ruang yang cukup bagi investor retail seperti kamu untuk turut ambil bagian dalam kepemilikan saham perusahaan ini.
Kinerja Keuangan Saham MEGA
Kalau bicara soal laporan keuangan, MEGA punya catatan yang cukup impresif. Di kuartal pertama tahun 2025, penghasilan bunga bersih mereka mencapai 1,25 triliun rupiah dengan keuntungan bersih sebesar 532 miliar rupiah. Meski sempat mengalami penurunan dibanding kuartal sebelumnya, performa mereka masih dalam tren positif secara keseluruhan.
| Periode | Penghasilan Bunga Bersih | Keuntungan Bersih |
|---|---|---|
| Q1/2025 | 1.254.435 M | 532.492 M |
| Q4/2024 | 1.082.135 M | 633.379 M |
| Q3/2024 | 1.318.616 M | 768.823 M |
| Q2/2024 | 1.318.364 M | 426.339 M |
| Q1/2024 | 1.380.624 M | 802.513 M |
| Q4/2023 | 1.190.362 M | 715.747 M |
Sebagai perbandingan, pada kuartal ketiga 2024, keuntungan bersih sempat menyentuh angka 768 miliar rupiah, dan pada kuartal pertama 2024 bahkan mencapai lebih dari 800 miliar rupiah. Ini menunjukkan konsistensi dan kemampuan Bank Mega dalam menjaga performa di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Penutup
Nah, sekarang kamu sudah lebih kenal kan dengan Saham MEGA? Mulai dari sejarah, harga pasar, pemegang saham, hingga laporan keuangan, semuanya menunjukan bahwa saham ini bukan sembarangan. Dengan catatan dividen yang menarik dan konsistensi kinerja keuangan, MEGA bisa menjadi pilihan cerdas untuk kamu yang ingin berinvestasi di sektor perbankan.
Tentu saja, seperti investasi lainnya, kamu tetap perlu riset lebih lanjut dan menyesuaikan dengan profil risiko kamu. Tapi kalau kamu cari saham dengan fundamental kuat dan reputasi yang stabil, Saham MEGA layak untuk dilirik. Selamat berinvestasi!