Kalau kamu mulai tertarik menjelajahi dunia investasi dan lagi mencari saham-saham potensial dari sektor non-konvensional, mungkin kamu belum pernah dengar soal Saham MEJA. Tapi tenang, kamu tidak sendiri! Banyak investor pemula (bahkan yang sudah cukup berpengalaman) masih asing dengan saham ini. Padahal, MEJA punya cerita yang menarik dan potensi yang bisa jadi kejutan dalam portofolio kamu. Yuk, kita bahas bareng-bareng dari awal sampai tuntas!
Sekilas Tentang Saham MEJA
Saham MEJA adalah kode emiten dari PT Harta Djaya Karya Tbk, yang lebih dikenal dengan brand Interra. Perusahaan ini bergerak di industri furnitur dan memulai usahanya dari bawah, yakni dari sebuah workshop sederhana di daerah Sawangan, Jawa Barat, pada tahun 2012. Dalam perjalanannya, Interra berkembang menjadi produsen furnitur dengan cakupan layanan yang cukup luas dan profesional.

| Harga Saat Ini | Rp 73,00 |
|---|---|
| Perubahan 6 Bulan | -71,92% (Rp -187,00) |
| Tutup Sebelumnya | Rp 81,00 |
| Rentang Hari Ini | Rp 73,00 – Rp 73,00 |
| Rentang Tahun | Rp 73,00 – Rp 446,00 |
| Kapitalisasi Pasar | Rp 139,98 Miliar |
| Volume Rata-rata | 26,16 juta |
| Rasio P/E | 54,24 |
| Hasil Dividen | – |
| Tanggal & Waktu | 9 Mei, 16.40 GMT+7 |
Fokus bisnis utama Interra terbagi ke dalam tiga segmen besar: konsultasi desain, konstruksi interior, dan manufaktur furnitur. Produk mereka menyasar gedung-gedung pemerintahan, kantor perusahaan, hingga fasilitas umum. Bisa dibilang, mereka tidak cuma jual produk, tapi juga jual solusi desain interior menyeluruh. Dari sinilah muncul potensi bisnis yang menjanjikan di tengah kebutuhan infrastruktur yang terus meningkat.
Aktivitas Pasar Saham MEJA
Per 9 Mei 2025, harga Saham MEJA mengalami penurunan cukup tajam sebesar 10 persen dan diperdagangkan di level IDR 73 per lembar. Harga ini juga menjadi level tertinggi sekaligus terendahnya pada hari itu. Volume transaksi tercatat sebanyak 42.775 saham, dengan nilai transaksi mencapai 300 juta rupiah dan dilakukan sebanyak 217 kali. Ini menunjukkan bahwa walaupun fluktuatif, saham ini tetap aktif diperjualbelikan.

| Bulan | Harga Tertinggi | Harga Terendah | Harga Rata-rata | Volume Tertinggi |
|---|---|---|---|---|
| Januari 2025 | ~Rp 350 | ~Rp 280 | ~Rp 310 | ~20.000.000 |
| Februari 2025 | ~Rp 400 | ~Rp 320 | ~Rp 360 | ~15.000.000 |
| Maret–April 2025 | ~Rp 420 | ~Rp 90 | ~Rp 260 | ~50.000.000 |
Kalau dilihat dari indikator pasar lainnya, MEJA punya EPS sebesar IDR 1 dan PE Ratio sebesar 54 kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar perusahaan ini berada di angka sekitar 187 miliar rupiah, menempatkannya di peringkat ke-7 dari 14 dalam industri sejenis, dan peringkat 699 dari 956 untuk seluruh perusahaan di Bursa Efek Indonesia. Artinya, perusahaan ini memang masih tergolong kecil, tapi punya ruang tumbuh yang cukup besar.
Investor Asing
Meskipun data spesifik soal jumlah kepemilikan asing tidak disebutkan, tapi pola transaksi dan aktivitas pasar menunjukkan bahwa minat investor terhadap Saham MEJA cukup fluktuatif. Karena perusahaan ini masih baru di bursa dan tergolong di papan akselerasi, biasanya investor asing belum begitu agresif masuk.

| Tanggal | Volume Beli / Jual | Keterangan |
|---|---|---|
| 10 Apr | -2.500.000 | Penjualan besar |
| 11 Apr | +1.500.000 | Pembelian signifikan |
| 14 Apr | -3.800.000 | Net jual ekstrem |
| 15 Apr | -2.900.000 | Penjualan lanjutan |
| 16 Apr | +3.200.000 | Pembelian besar |
| 17 Apr | -1.200.000 | Net jual sedang |
| 21 Apr | -800.000 | Penjualan kecil |
| 24 Apr | +300.000 | Pembelian ringan |
| 25 Apr | -200.000 | Net jual ringan |
Namun, ini justru bisa menjadi peluang bagi investor lokal seperti kamu untuk masuk lebih awal sebelum saham ini benar-benar dilirik oleh pasar global. Asing biasanya mulai masuk ketika ada katalis besar seperti pertumbuhan pendapatan signifikan atau perluasan bisnis ke luar negeri.
IPO Saham MEJA
PT Harta Djaya Karya Tbk resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 12 Februari 2024. Mereka menawarkan sebanyak 480 juta saham kepada publik, yang setara dengan 25,03% dari total saham terdaftar. Harga penawaran saat itu adalah IDR 103 per saham, sehingga total dana yang berhasil dikumpulkan dari IPO mencapai 49,44 miliar rupiah.
| Informasi IPO Saham | |
|---|---|
| IPO Date | 12 Februari 2024 |
| Saham Penawaran | 480.000.000 |
| Saham Pendiri | 1.437.500.000 |
| Total Saham Terdaftar | 1.917.500.000 |
| Persentase | 25,03% |
| Harga Penawaran | 103 IDR |
| Dana Terkumpul | 49.440.000.000 IDR |
| Biro Administrasi Efek | PT. Bima Registra |
| Penjamin Emisi Utama | PT. MNC Sekuritas, PT. Erdikha Elit Sekuritas |
| Papan Pencatatan | Acceleration |
IPO ini dibantu oleh dua perusahaan penjamin emisi, yaitu PT MNC Sekuritas dan PT Erdikha Elit Sekuritas, serta didukung oleh PT Bima Registra sebagai biro administrasi efek. Saham MEJA dicatatkan di papan akselerasi, yang memang diperuntukkan bagi emiten-emiten dengan skala bisnis kecil hingga menengah dan potensi pertumbuhan tinggi.
Dividen
Untuk saat ini, Saham MEJA belum mengumumkan pembagian dividen kepada para investornya. Hal ini cukup wajar mengingat perusahaan masih dalam tahap awal pengembangan setelah IPO dan lebih memprioritaskan ekspansi bisnis serta reinvestasi keuntungan.
Namun, ke depannya bukan tidak mungkin Interra akan mulai membagikan dividen jika performa keuangan membaik secara konsisten. Jadi, buat kamu yang lebih fokus ke capital gain daripada dividen, saham ini masih bisa jadi opsi menarik.
Pemegang Saham MEJA
Sampai dengan Februari 2024, struktur pemegang saham MEJA cukup terkonsentrasi. Pemegang saham terbesar adalah PT Interra Djaya Karya dengan kepemilikan 52,14%. Disusul oleh publik dengan porsi 25,03%, lalu PT Wahana Investa Niaga sebesar 22,49%, dan terakhir individu atas nama Richie Adrian Hartanto S. dengan 0,34%.
| Nama Pemegang Saham | Jumlah Saham | Modal Disetor | Persentase |
|---|---|---|---|
| PT Interra Djaya Karya | 999.750.000 (Saham) | 19.995.000.000 IDR | 52,14% |
| Public (each below 5%) | 480.000.000 (Saham) | 9.600.000.000 IDR | 25,03% |
| PT Wahana Investa Niaga | 431.250.000 (Saham) | 8.625.000.000 IDR | 22,49% |
| Richie Adrian Hartanto S. | 6.500.000 (Saham) | 130.000.000 IDR | 0,34% |
Dengan komposisi ini, kamu bisa melihat bahwa pengendali utama masih berada di tangan internal perusahaan. Namun, keterbukaan terhadap publik juga sudah mulai dilakukan lewat IPO. Ini penting untuk menjaga tata kelola perusahaan agar tetap sehat dan profesional.
Data Keuangan Saham MEJA
Kalau kamu suka melihat fundamental perusahaan sebelum membeli saham, data keuangan Interra bisa jadi pertimbangan penting. Pada Q4 2024, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar 47,15 miliar rupiah dengan laba bersih 2,5 miliar rupiah. Sementara itu, di Q2 2024, pendapatan mereka lebih rendah yaitu 22,69 miliar rupiah, namun laba bersih hampir sama yaitu 2,38 miliar rupiah.
| Periode | Penghasilan | Keuntungan Bersih |
|---|---|---|
| Q4 – 2024 | 47.153 M | 2.504 M |
| Q2 – 2024 | 22.692 M | 2.382 M |
| Q4 – 2023 | 45.539 M | 7.308 M |
| Q4 – 2022 | 42.755 M | 9.556 M |
Namun yang menarik, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya, laba bersih MEJA justru mengalami penurunan. Di Q4 2023, mereka mampu mencetak laba hingga 7,3 miliar rupiah, bahkan sempat mencapai 9,5 miliar rupiah pada Q4 2022. Ini mungkin jadi salah satu alasan kenapa harga sahamnya sedang lesu. Tapi, ini juga bisa jadi kesempatan bagi kamu untuk beli di harga diskon sebelum mereka bangkit kembali.
Penutup
Itulah ulasan lengkap seputar Saham MEJA, mulai dari profil perusahaannya, aktivitas pasar, hingga data keuangannya. Saham ini memang belum banyak dikenal, tapi justru di situlah potensi tersembunyinya. Kalau kamu tipe investor yang suka eksplorasi saham-saham kecil dengan prospek jangka panjang, MEJA layak untuk kamu pantau terus pergerakannya.
Selalu ingat untuk lakukan analisa mendalam dan sesuaikan dengan profil risiko kamu. Dunia saham itu bukan sekadar ikut-ikutan, tapi soal memahami dan percaya pada value yang kamu pegang. Semoga artikel ini bisa bantu kamu mengenal Saham MEJA lebih dekat dan jadi bahan pertimbangan dalam membentuk portofolio investasi yang sehat!